Dear Sweetheart...
Jika memang diri ini tak pantas aku ihklas untuk mundur supaya engkau mendapatkan yang lebih baik. Namun, bagaimanapun pikiran itu terlintas tetap hati ini tidak sejalur dengan logika. Diri ini masih ingin bersamamu dengan memperbaiki diri sebelum bertemu langsung dengan kedua orang tuamu. Kalau sekedar bermain kerumahmu dan mengajakmu jalan keluar, itu pasti sudah kulakukan sejak dulu. Tapi bukan itu yg ku ingin kan.
Kamu ingin tau mengapa aku terus menolak atau kadang mengalihkan pembicaraan? Itu karena aku masih terlalu banyak kekurangan yang belum bisa ku tutupi dengan kelebihanku yang tak seberapa. Apa kata orang tuamu mengetahui bahwa calon menantunya ternyata masih pending kuliah dan belum mendapatkan kerja sama sekali...
Aku tidak hanya ingin baik di matamu saja sayang, tapi juga dimata orang tuamu. Jangan samakan aku dengan orang lain. Aku bukan dia, mereka atau siapapun. Jika kamu menganggapku begitu, sama saja kamu sudah bosan dengan hubungan ini.
Dear...
Jika aku tidak mengatakannya bukan berarti aku
tidak merasakannya. Aku hanya tidak menemukan
kata-kata yang lebih besar dari perasaanku.
Subscribe to:
Comments (Atom)